Tuesday, 7 May 2013

MENGAPA SYRIA TAK KALAH JUGA? (2)

Untuk mengetahui kondisi medan perang yang sesungguhnya, ahli strategi militer Lebanon Salim Harba mengatakan kepada "Al-Manar": "setelah 2 tahun situasinya sangat menguntungkan tentara Syria karena  pemberontak teroris mengalami kegagalan dan mereka tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk merubah keseimbangan kekuatan di medan perang, tidak juga bisa melakukan serangan dadakan ataupun melakukan inisiatif di medan peperangan, terutama setelah kemajuan tentara secara kasat mata bisa dilihat semua orang di wilayah Rif Dimashq dari Darayya ke arah timur hingga Ghouta dimana tentara tengah melaksanakan satu operasi yang menjanjikan dengan menerapkan strategi perang gerilya yang telah mereka kuasai sepanjang pertikaian.”

Sedangkan Brigjen Elias Farhat mencatat: "tentara Syrian mampu menjaga titik-titik strategis di seluruh negara sebagaimana pintu-pintu perbatasan, jalan raya dan bandara-bandara utama seperti di Damascus, Aleppo, dan Latakia, selain juga pangkalan-pangkalan militer utama. Hanya bandara-bandara kecil yang dikuasi pemberontak.”

Menurut keterangan militer Syria, kondisi medan perang saat ini adalah sbb:

Aleppo: Tentara Syria telah menguasai lebih dari separo kota serta jalan layang Hama-Aleppo sehingga bandara internasional Aleppo bisa tetap beroperasi dengan aman. Peperangan sengit kini berpusat di beberapa bagian kota dimana pasukan teroris Al-Nusra Front dan brigade Al-Tawhid Ikhwanul Muslimin berbasis. Selain itu di beberapa kawasan di luar kota pemberontak FSA masih menguasai wilayah.

Idlib: Pusat kota sepenuhnya dikuasai tentara ditambah beberapa kawasan di luar kota. Pemberontak masih menguasai sebagian besar wilayah di luar kota yang diabaikan oleh tentara. Satu kawasan di dalam kota bernama Ma’arat An-Numan juga masih dikuasai pemberontak.

Ar-Raqqah: Satu kota yang agak terpencil dan kurang strategis yang menjadi tujuan para pengungsi, dikuasai sepenuhnya oleh pemberontak terutama dari kelompok Al-Nusra Front.

Al-Hasakah: Pusat kota dikuasai penuh oleh tentara dengan beberapa wilayah luar kota dikuasai pemberontak, termasuk pintu perbatasan dengan Turki.

Deir Az-Zour: The center of the city is under the army’s control. Militants are

Hama: Pusat kota dan sebagian besar kawasan luar kota dikuasai oleh tentara sementara pemberontak hanya berada di beberapa kawasan luar kota.

Homs: 75% dari kota telah dibersihkan oleh tentara dari para pemberontak. Kawasan Al-Khalediya dan sekitarnya masih dikuasai pemberontak.

Daraa: Pusat kota dan sebagian besar wilayah dikuasai tentara.

Suwaidaa: Sepenuhnya dikuasai tentara.

Latakia dan Tartus: Kawasan-kawasan utama dikuasai tentara Syria kecuali beberapa kawasan di antara Latakia dan Aleppo.

Damascus dan Rif Dimashq: Pertempuran paling hebat tengah berlangsung di Rif Dimashq di luar kota Damaskus dengan tentara Syria kini berada di atas angin.
Tentang kondisi di medan perang Rif Dimashq, seorang kolonel menuturkan kepada "Al-Manar" sbb:

“Di Rif Dimashq saja ada beberapa laporan yang menyebutkan tentara berhasil membunuh lebih dari 10.000 personil pemberontak dalam beberapa waktu terakhir. Di Aleppo pemberontak yang tewas juga besar jumlahnya. Itulah sebabnya mereka menjadikan penduduk sipil sebagai sasaran sebagai bentuk balas dendam.”


Prospek Pertempuran
Menurut perhitungan Farhat peperangan di Syria akan berlangsung lama selama Turki masih menjadi basis logistik dan suplai bagi pemberontak. Menurutnya tentara akan mampu bertahan dari infiltrasi pemberontak namun perbatasan sepanjang 800 km antara Syria dan Turki sangat sulit untuk diblokir oleh tentara.

"Jika Turki tidak merubah sikapnya, maka perang akan berlangsung lama."

Masih sulit untuk mengatakan bahwa peperangan telah mencapai klimaks, namun tentara Syria tetap memegang kendali pertempuran dan menebarkan kekuatannya di seluruh wilayah. Mundur dari satu daerah atau daerah lain-lainnya bukan berarti kalah dalam perang. Ada skala prioritas yang ketat dalam pertempuran. Jalur logistik dan kota-kota adalah prioritas utama dan wilayah lain memiliki prioritas sendiri. Waktu akan membuktikan bahwa strategis militer Syria adalah tepat.







(BERSAMBUNG)


(BERSAMBUNG)

2 comments:

endra poerwadi said...

Saya salut terhadap tentara suriah yang tidak terpancing menggunakan senjata kimia dan tidak spontan membalas serangan jet tempur israel menunggu waktu yang tepat sehingga menghasilkan situasi yang terkendali.....

Deny Dewan said...

Bangsa yg sabar dan bijaksana serta berstrategi tepat guna dalam perang adalah bangsa yg besar dan kuat serta punya prinsip akidah yg kuat walaupun diserang fitnah dan teror dari penjuru dunia...dan syria akan keluar sebagai pemenang dengan pertolongan ALLAH...