Friday, 3 May 2013

INGGRIS CEMAS, TALIBAN ATASI SENJATA CANGGIHNYA

Para jendral dan politisi Inggris tengah galau saat ini. Kendaraan lapis baja tercanggihnya, yang oleh PM David Cameron disebut sebagai kendaraan anti-bom tercanggih di dunia, berhasil diatasi oleh Taliban.

Tiga orang prajurit Inggris tewas ketika kendaraan lapis baja "Mastiff" yang digunakan berpatroli terkena bom yang telah termodifikasi (improvised explosive device) di distrik Nahr-e Saraj, Provinsi Helmand. Ini adalah serangan paling mematikan yang dialami pasukan Inggris di Afghanistan sejak Maret tahun lalu ketika 6 tentara Inggris yang mengendarai kendaraan lapis baja "Warrior" tewas akibat bom ranjau. Ini juga korban pertama tentara Inggris di dalam kendaraan "Mastiff".

"Mastiff" adalah kendaraan lapis baja paling populer di Afghanistan. Pasukan Inggris mengoperasikan 180 unit kendaraan seharga sekitar Rp 15 miliar itu di seluruh Afghanistan. Kendaraan ini dilapisi oleh baja berteknologi tinggi yang tahan dengan ledakan segala jenis ranjau dan bom pinggir jalan. Namun itu sebelum Taliban berhasil meledakkannya dengan bom termodifikasi dan menewaskan tentara di dalamnya.

Jendral Lord Dannatt, mantan kepala staff AD Inggris berkomentar mengenai serangan mematikan Taliban tersebut: "Taliban telah menemukan cara untuk mengatasi keunggulan "Mastiff"." Menurut Dannatt, bom yang digunakan Taliban dalam serangan tersebut diperkirakan memiliki daya ledak sangat tinggi, dan hanya bisa dihasilkan oleh bom berukuran besar.

“Sepertinya itu adalah bom yang berukuran besar sehingga cukup kuat untuk menimbulkan kematian personil di dalam kendaraan itu," katanya kepada Radio 4 BBC, Rabu (1/5).

"Kita harus menerima kenyataan tragis bahwa sebagaimana dalam lingkaran konflik, selalu terdapat temuan dan kontra-temuan."

Deputi Perdana Menteri Nick Clegg segera memerintahkan dilakukannya penelitian terhadap daya tahan "Mastiff".

“Ini menunjukkan bahwa, dengan perlengkapan terbaik di dunia, kita berhadapan dengan musuh yang paling keras di dalam Taliban. Mereka telah memiliki perlengkapan yang bisa menimbulkan kerusakan hebat pada pasukan kita yang terlindungi dalam kendaraan sekuat itu," kata Clegg kepada LBC Radio.

Sampai sejauh ini kementrian pertahanan belum menyatakan apakah serangan bom tersebut telah menghancurkan "Mastiff" atau hanya melemparnya ke udara. Namun jubir kementrian pertahanan membantah spekulasi "Mastiff" mengalami kehancuran.

"Adalah keliru menganggap ledakan bom itu telah menembus kendaraan. Prajurit-prajurit itu kemungkinan tewas karena benturan," kata sang jubir.

"Kita tidak akan mampu membuat kendaraan yang tahan terhadap semua jenis ledakan bom. Untuk melakukan itu kita harus melapisi kendaraan dengan 200 ton baja," tambahnya.

"Mastiffs" telah dioperasikan sejak tahun 2007, mulai dipesan oleh pemerintah Inggris Agustus 2006 setelah terjadinya banyak serangan bom jalanan yang mewaskan prajurit-prajurit Inggris yang tengah berpatroli di Irak dan Afghanistan. Sebelum "Mastiff", prajurit Inggris dilengkapi dengan kendaraan lapis baja "Warrior" yang diproduksi sejak era Perang Dingin dan "Snatch" Land Rover.

"Mastiff" dibuat berdasar kendaraana lapis baja Amerika, "Cougar", dibuat oleh Force Protection, dan dilengkapi dengan senapan mesin, perangkat radio Bowman serta perlengkapan perang elektronik. Berpenggerak 6 roda, kendaraan ini mampu melaju hingga kekecapatan 90 km/jam dengan membawa 8 penumpang.

Prajurit-prajurit yang tewas tersebut berasal dari satuan Royal Highland Fusiliers, 2nd Battalion The Royal Regiment of Scotland, yang berbasis di Penicuik, Midlothian. Mereka baru saja dikirim ke Afghanistan pada Maret lalu.

Bencana tersebut tidak urung membuat PM David Cameron memberikan komentarnya. "Kita telah membayar mahal atas kerja kita di Afghanistan. Ini adalah pekerjaan besar karena sangat vital dalam membuat negeri itu tidak lagi menjadi sarang teroris. Teroris yang bisa mengancam kita di Inggris ini. Namun saat ini pikiran kita semua harus bersama dengan keluarga dan teman-teman mereka yang tengah menjadi korban."



REF:
"Afghanistan: UK’s best armoured vehicle overcome by Taliban for first time"; Melanie Hall; Telegraph.co.uk; 1 Mei 2013

3 comments:

endra poerwadi said...

Yang teroris itu siapa? Bukankah mereka datang dari jauh untuk menyerang negara berdaulat? mungkin PM inggris perlu dibawakan cermin sehingga dia bisa melihat kesalahannya....

bajak laut said...

Bencana tersebut tidak urung membuat PM David Cameron memberikan komentarnya. "Kita telah membayar mahal atas kerja kita di Afghanistan. Ini adalah pekerjaan besar karena sangat vital dalam membuat negeri itu menjadi ladang tambang bagi perekonomian negara kita,hahaha...tidak lagi menjadi sarang pejuang kemerdekaan. "seharusnya david kamerun pidato kayak gitu alias bukan basa-basi. penjajah tetep aja penjajah, bilang aja mau ngrampok sumber daya alam. karna mau investasi kagak bisa, amak diserang pakai gerombolan tentara sekutu, alias keroyokan.

Pencinta Ahlul Bait said...

entah ya kalau lihat bomnya sama dengan boom yang di pakai muhtada sadr kalau bom kecil daya ledak besar itu bukan boom biasa karena yang buat boom itu musti menguasai tehnologi tinggi karena boom itu sejenis boom mikro nuklir maksudnya bahan peledaknya bukan mesiu biasa minimal negara tersebut menguasai tehnologi nuklir mungkin daya ledak mesiu tersebut menggunakan daya ledak fusi daya ledak n kwadrat dan bukan dari bahan uranium kalo taliban tak mungkin menguasai tehnologi tinngi tersebut .mudah mudahan sekutu cepat kapok dan keluar tanpa dapat apa apa