Tuesday, 9 April 2013

RAKYAT AMERIKA PERCAYA TEORI KONSPIRASI

Inilah yang menyebabkan Department of Homeland Security, lembaga yang dibentuk untuk menangkal terorisme, baru-baru ini membeli ribuan panser, senjata serbu dan miliaran butir peluru. Ini pula yang menjadi alasan lembaga penanggulangan bencana Amerika, FEMA, membangun puluhan kamp tahanan di berbagai tempat yang dilengkapi dengan jutaan kantong mayat. Hal ini adalah kesadaran rakyat Amerika tentang adanya konspirasi rahasia jahat yang mengendalikan negara mereka.

Baru-baru ini sebuah "pooling" yang diadakan oleh lembaga kajian Public Policy Polling menemukan fakta yang mencengangkan tentang pendapat rakyat Amerika tentang berbagai isu "teori konspirasi". Beberapa di antaranya adalah 20% dari pendukung Partai Republik percaya bahwa Presiden Obama adalah ‘antichrist’ atau dalam Islam disebut sebagai "dajjal". Di sisi lain lebih dari 30% rakyat Amerika percaya bahwa suatu "elit kekuatan rahasia" menguasai dunia. Lebih jauh "pooling" juga menunjukkan bahwa 37% rakyat Amerika percaya isu "pemanasan global" merupakan kebohongan, sementara 11% rakyat Amerika percaya serangan WTC sebagai tindakan konspirasi pemerintah Amerika.

Sebenarnya penyelenggaran "pooling" Public Policy Polling (P3) dan media massa "mapan" yang mempublikasikan penelitian tersebut telah berusaha "mengecilkan" makna dari hasil penelitian. P3 misalnya mencampur adukkan isu-isu "teori konspirasi" yang rasional dengan hal lain yang tidak rasional, misalkan tentang piring terbang, alien dan manusia kadal yang memberi kesan semua hal tentang "teori konspirasi" sebagai hal yang tidak rasional. Sementara salah satu media Inggris yang mempublikasikan penelitian, The Independent menyebutkan hasil penelitian sebagai sesuatu yang "aneh" dan "tidak umum" dengan memberi judul bizzare. Independen misalnya tidak melakukan analisa mengapa sebagian rakyat Amerika percaya bahwa serangan WTC adalah konspirasi pemerintah.

Sekitar 10 tahun lalu The Independent pernah menulis laporan tentang "pemanasan global" dengan menyebut bahwa "hujan salju kini telah menjadi masa lalu". Faktanya sekarang Inggris justru tengah dilanda salju tebal justru ketika musim semi seharusnya telah datang. Hal ini seakan memperkuat hasil penelitian yang menyebutkan 37% rakyat Amerika yang percaya isu "pemanasan global" sebagai kebohongan.



REF:
"Conspiracy theory research reveals bizarre beliefs prevalent in US"; John Hall; The Independent, 4 April 2013

5 comments:

bangkai kapal said...

maaf bg,
saya tak paham dengan isu pemanasan global itu bohong.
mohon pencerahan.

cahyono adi said...

pemanasan global adalah fenomana alam yang masih menjadi perdebatan kebenarannya. Bukti-bukti ilmiah yang menjadi dasar adanya fenomana alam ini diketahui tidak falid dan kebalikannya bukti-bukti ilmiah dan empirik justru menunjukkan sebaliknya. Yg pasti adalah denagn isu itu para globalis berhasil mengeruk pendapatan yg luar biasa besar. Contohnya di banyak negera, kemungkinan INdonesia juga nantinya, sudah diterapkan "pajak karbon" yg katanya untuk memerangi pemanasan global.

Kalau tujuannya untuk mengurangi gas emisi, mengapa tidak pernah dikampanyekan penghapusan atau pengurangan konsumsi BBM, atau pengekangan industri otomotif dan menggantinya dengan sumber energi lain yg ramah lingkungan, seperti mobil listrik misalnya.

Sebaliknya yg disalahkan justru emisi-emisi yg tidak seberapa besar seperti freon AC dan kulkas.

Tan Ali said...

Lama2 om mirip Soe Hok Gie deh. Berani mencantumkan nama, kronologis berdasarkan fakta n analisis, peka ama gejala sospol n ekonomi, pembahasannya berat tapi jujur. Nekat idealis daripada kompromis ama penguasa/birokrat yg haus kekuasaan *minta gocap donk om, kan udah dipuji2 nih hehehe*

Smoga Allah SWT melindungi Om dan keluarga. Amiiiin

bangkai kapal said...

terimakasih atas pencerahannya..!!

cahyono adi said...

Terima kasih atas komen-komennya. Anda semua yg telah membuat saya terus bersemangat.