Sunday, 30 June 2013

PEMBERONTAK SYRIA SEMBELIH PENDETA DAN ASISTENNYA

Aksi brutal kembali dipertontonkan oleh para pemberontak Syria. Seorang pendeta dan 2 orang asistennya disembelih oleh para pemberontak di depan publik dengan menggunakan pisau komando di pinggiran kota Idlib, Syria. Menurut sumber-sumber di Gereja Orthodox Syria, pendeta malang tersebut bernama Fran├žois Murad, namun belum diketahui nama 2 asistennya tersebut.


Kepala-kepala yang terpotong diletakkan di atas kursi untuk dipertontonkan kepada publik dan selanjutnya dipasangkan kembali ke jasadnya. Gereja tempat mereka mengabdikan hidupnya dibakar dan barang-barangnya dijarah.

Aksi brutal ini menggemakan kembali berbagai aksi-aksi brutal yang dilakukan para pemberontak sebelumnya yang mengikuti seruan para ulama takfiri-wahabi seperti Yusuf Qardhawi, termasuk pembantaian terhadap seluruh penghuni sebuah perkampungan Kristen di kawasan Kota Homs bulan lalu, ketika pemberontak melarikan diri dari Al Qusayr. Sampai saat inipun 2 orang pendeta Kristen yang diculik pemberontak di Aleppo beberapa waktu lalu, masih belum diketahui nasibnya.

Pemberontak memang sering menyasar orang-orang Kristen dan kelompok-kelompok minoritas lainnya seperti orang-orang Alawi, Kurdi dan Druze yang umumnya memilih menjadi pendukung regim Bashar al Assad daripada diperintah oleh para teroris pemberontak. Namun orang-orang Shiah merupakan sasaran utama pemberontak. Minggu lalu misalnya, pemberontak membantai lebih dari 60 orang Shiah di Hatla. Sejak itu berbagai laporan aksi-aksi brutal dari rumah ke rumah yang dilakukan pemberontak bermunculan.

Bulan ini dunia menyaksikan eskalasi kebrutalan para pemberontak Syria yang seluruh dunia mengetahui mendapatkan dukungan dana dan senjata dari Amerika, negara-negara Eropa, Saudi, Qatar dan Turki. Kebrutalan-kebrutalan tersebut mengiringi berbagai laporan pengiriman senjata-senjata baru ke tangan pemberontak menyusul terpukul mundurnya para pemberontak dari al Qusayr.

Para analis memperkirakan para pemberontak akan melakukan offensif besar-besaran bulan Agustus mendatang. Tujuan utama offensif tersebut adalah agar pemberontak mendapatkan kembali "daya tawar" yang hilang paska kekalahan di al Qusayr sebelum diadakannya pembicaraan damai internasional tentang Syria. Di sisi lain berbagai laporan juga menyebutkan kedatangan ribuan tentara Iran (meski secara resmi pemerintah Iran membantah laporan tersebut) bersama milisi-milisi Shiah Irak ke Syria, di samping para milisi Hizbollah yang telah terlibat dalam perang di Al Qusayr.

Rekaman video peristiwa tersebut di atas bisa diakses di sini:

http://www.liveleak.com/view?i=7ba_1372272716

http://youtu.be/UCuKI9rIDOg

Sebarkan sebelum dihapus oleh providernya.


REF:
"Syrian Priest and Two Assistants Beheaded by Chechen Fighters in Syria"; Intifada Palestine; 28 Juni 2013

1 comment:

Roni Ferdiansyah said...

jangan menyebarkan berita sembarangan harus sesuai fakta mas bro,,,,it yng disembelih pendetanya karena berkompolt dengan bashar asad dalam membantai penduduk sipil...

jadi jngn mengesankan mereka tidak bersalah apa2..di sembilh itu ada alsaannya yaitu Qishos karena mereka jga pernah membunuh masyarakat sipil mulai dari anak2 sampai wanita...
jadi jangan SEMBARANGAN