Monday, 10 June 2013

OPERASI PEMBEBASAN ALEPPO DIMULAI

Sumber-sumber terpercaya militer Syria memberitahukan kepada kantor berita miliki kelompok Hizbollah Lebanon, Almanar, bahwa operasi militer untuk membebaskan Aleppo telah dimulai pada hari Minggu pagi (9/6). Operasi militer yang diberi kode "Badai Utara" itu ditujukan untuk membebaskan seluruh kota Aleppo dan sekitarnya dari pendudukan pemberontak.

Menurut informasi tersebut militer Syria berhasil meraih kemenangan gemilang di berbagai tempat dimana terdapat kantong-kantong pertahanan pemberontak seperti di Kafar Hamra, Haryatan, Andan, Hayyan, Sheikh Maqsood Syria, Bustan Al-Basha, Bustan Al-Qasr, dan Al-Ameriya. Informasi tersebut juga menyertakan gambar iring-iringan tank militer Syria yang tengah bergerak ke Aleppo.

Setelah keberhasilan merebut wilayah Al Qusayr, perhatian militer Syria kini tertuju ke Aleppo, kota terbesar Syria yang selama ini menjadi basis perlawanan pemberontak. Selama setahun lebih kota ini relatif terbelah menjadi 2 bagian yang masing-masing dikuasai pemberontak dan tentara pemerintah. Dipercaya, pertempuran di kota ini akan berlangsung lebih seru dibandingkan pertempuran-pertempuran di tempat lain dan pemberontak akan mempertahankan kota ini mati-matian atau mereka tidak lagi memiliki pijakan berarti dan terusir dari Syria.

PERAYAAN KEMENANGAN DI AL QUSAYR

Sementara itu pada hari Minggu (9/6) ribuan penduduk kota Qusayr melakukan pawai perayaan pembebasan kota mereka dari pendudukan pemberontak. Mereka melambai-lambaikan bendera nasional Syria dan meneriakkan slogan-slogan nasionalisme.

Gubernur provinsi Homs yang memimpin perayaan tersebut, Ahmad Munir Mohammad dalam pidatonya mengatakan bahwa fasilitas-fasilitas layanan publik yang hancur akibat perang akan segera diperbaiki.

Mantan anggota parlemen Lebanon Hassan Yaacoub, yang hadir dalam perayaan tersebut mengatakan bahwa musuh-musuh negara Syria telah gagal menghancurkan negara berkata ketabahan rakyat dan keberanian tentara nasional Syria.

Militer Syria kini menguasai sebagian besar kota dan desa-desa di dekat perbatasan dengan Lebanon yang selama ini menjadi jalur pengiriman logistik dan persenjataan pemberontak. Namun dilaporkan pertempuran masih terjadi di beberapa kota seperti Aleppo, Lattakia, Idlib, Deir Ezzor dan beberapa kota pinggiran Damaskus.



REF:
"Syrian Army Initiates “Storm of North” in Aleppo"; Al-Manar Website; 9 Juni 2013
"Syrians held a rally in Qusayr on Sunday to celebrate the restoration of security in the city"; Press TV; 10 Juni 2013

7 comments:

Deny Dewan said...

Yess !!! Hancurkan para penyamun2 itu !! Usir setan2 itu biar mereka kembali ke kampung2 halaman mereka di luar syria..biarkan mereka aplikasikan pengalaman perang mereka di tanah Tuan mereka...itupun klu ada yg bayar dan sediakan senjata bagi mereka..he.he.he..klu ngga ada yg bantu terpaksa kembali ke profesi awal sebagai pengembala kambing...

Aisyah Fadiya - De Ngaden Awak Bisa - said...

Mudah-mudahan opersi pembebasan Allepo lebih mudah dibandingkan dengan Al-Qusayr. Hanya saja, saya membaca kemarin dari sebuah situs kemungkinan Obama merestui pengiriman senjata mematikan untuk pemberontak.

Aisyah Fadiya - De Ngaden Awak Bisa - said...

Nitip satu artikel ya Pak Adi, saya menulis ini karena 'gerahnya' saya melihat konflik Syria yang selalu dihubungkan dengan Sunni-Syiah.

Benarkah Sunni-Syi'ah bagai air dan minyak yang tidak bisa bersatu?

http://renunganmalamhariyangpanas.blogspot.com/2013/05/salah-satu-faktor-yang-membuat-sebuah.html?m=1

cahyono adi said...

Trims atas dukungannya semua.
To Aisyah Fadiya. Saya adalah seorang Sunni jika dilihat dari cara saya beribadah. Namun sy juga Shiah jika dilihat dari pemikiran-pemikiran saya. Semuanya bisa bersatu dalam diri saya. Jadi kenapa tidak Sunni-Shiah bersatu. Syaratnya mau berfikir terbuka.

nur kholiq said...

saya juga sunni dari nenek moyang.tap saya muak dengan kebodohan umat islam yang mudah di hasut untuk saling membunuh...

Munasir said...

Jika hati sudah mendengki, maka nurani seakan mati dan nalar pun seperti diingkari. Dalam melihat konflik di Syria sebenarnya tidak terlalu rumit jika kita mau terbuka, tanpa prasangka dan sentimen agama. Setidaknya itu menurutku.

nur kholiq said...

apa mereka tidak berfikir jika urusan suriah mungkin(mustahil)mereka menangi,lalu giliran mereka yang akan di bantai oleh israel & amerika cs.ya Allah moga di buka hati mereka