Sunday, 9 June 2013

RAKYAT BAHRAIN BELA HIZBOLLAH, EJEK MENLU

Rakyat Bahrain mengejek menlu mereka sendiri, Ahmed Al Khalifa, sebagai antek zionis setelah yang bersangkutan melontarkan kecaman terhadap Hizbollah atas keterlibatannya dalam konflik Syria.

Hanya dalam hitungan jam, komentar-komentar sinis terlontar kepada diri Ahmed Al Khalifa yang minggu lalu melontarkan cacian terhadap pemimpin Hizbollah Sayyed Hasan Nasrallah dengan menyebutkannya sebagai "teroris" dan mengajak rakyat Bahrain untuk menangkapnya sekaligus menyelamatkan Lebanon darinya. Jejaring sosial populer seperti Twitter menjadi media favorit rakyat Bahrain, yang mayoritas pengikut Shiah, untuk membela Nasrallah sekaligus mempermalukan Khalifa.

"Jika Nasrallah adalah teroris, lalu Anda anggap diri Anda siapa?" tulis Jamil Kazem, tokoh oposisi dari partai Al-Wefaq National Islamic Association dalam akun Twitter-nya yang ramai mendapat respons dari pengikut-pengikutnya.

"Anda adalah agen zionis, Anda budak dari kekayaan dan kekuasaan, Anda tiran dan orang asing yang mengkorupsi dunia," tambahnya.

"Para teroris adalah mereka yang membunuhi rakyat tak berdosa, menghancurkan masjid-masjid, menghinakan manusia, menghancurkan kehidupan mereka, memicu perpecahan, menggadaikan negara dan mencuri uang rakyat," tambah Kazem lagi seraya mengingatkan bahwa regim keluarga Khalifa telah membunuh lebih dari 100 demonstran dan menghancurkan 38 masjid dan tempat ibadah lainnya.

"Teroris adalah orang yang membiayai, mempersenjatai, memenggal kepala, makan jantung mayat, membomi masjid-masjid, gereja, pasar, sekolah dan orang-orang yang tengah melayat," tulis Kazem lagi.

Selanjutnya Kazem menuliskan bahwa menyelamatkan rakyat Palestina dari penjajahan yahudi adalah tugas negara dan agama yang ditanggung oleh seluruh rakyat, tidak hanya Sayyed Nasrallah.

"Oh bangsa-bangsa Arab! Saya lupa bahwa zionis adalah teman dan sekutu mereka!"

Sementara itu seorang aktifis Bahrain, Dr. Ibrahim Al-Aradi, menulis bahwa kepemimpinan Bahrain (Bahrain tidak memiliki presiden atau perdana menteri yang dipilih rakyat) Khaled bin Ahmad Al-Khalifa adalah pemimpin ilegal sehingga pemerintah tidak berhak untuk berbicara atas nama rakyat.

"Sepatu para pejuang Islam (Hizbollah) lebih berharga dibanding para pejabat dan menteri yang menghancurkan masjid-masjid, berkonspirasi melawan rakyat serta menyembunyikan para penjahat," tambah Al-Aradi.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa sikap menlu Khalifa menunjukkan bahwa regim penguasa Bahrain (yang didominasi keluarga Khalifa, komprador penjajah Inggris yang berasal dari daratan Saudi) tidak memiliki rasa kemanusiaan dan perdamaian. "Tingkatnya tidak lebih daripada menteri Twitter."

"Oh para pemimpin pejuang Islam, ma'afkan kami. Baik menlu maupun para pemimpin negeri ini bukanlah wakil kami. Mereka tidak lagi memiliki legitimasi. Mereka mengambilnya dengan kekerasan," tulis seorang pengikut Twitter.

Satu "kicauan" dari "ASMR JEFRY" mengatakan: "Oh rakyat kami di Lebanon, oh saudara-saudara kami di Syria, menlu Bahrain dan pemerintahannya tidak mewakili kami. Kami menolak mereka dan pernyataan-pernyataan mereka."

Sedangkan twiter bernama "Al-Darazi", menyebut betapa mengherankannya seorang yang telah menyiksai rakyat sendiri berani menuduh seorang pejuang sebagai teroris.

Dan berikut ini adalah komentar-komentar lain oleh rakyat Bahrain tentang pernyataan menlu Bahrain tentang pemimpin Hizbollah:

"Pertama-tama adalah, hal ini (upaya penangkapan terhadap pemimpin Hizbollah) merupakan campur tangan atas urusan internal Lebanon. Kedua, kita lihat saja seberapa kuat Anda (untuk menangkap pemimpin Hizbollah)."

"Teroris yang Anda katakan telah mengalahkan Israel, yang negara Anda dan negara-negara Teluk lainnya takut padanya."

"Siapa yang lebih jujur dan terhormat dibanding Sayyed Hassan Nasrallah? Jangan pedulikan ia ya pemimpin kami. Semua negara Islam berada di samping Anda. Semoga Allah melindungi Anda dari para pendengki."

"Tentu saja ia tahu bahwa Sayyed Nasrallah telah melakukan hal yang dijanjikan. Dan karena ia telah menjanjikan kemenangan atas musuh-musuhnya, kemudian ia akan mengalahkan mereka. Israel adalah pelindung mereka. Ketika Israel kalah, mereka juga ikut kalah."

"Tidak ada komentar tentang orang yang menghancurkan masjid-masjid dan membawa orang asing (tentara dari Saudi) untuk membunuhi rakyat tak bersenjata!!!"

"Apa yang akan Anda katakan pada mereka yang merasa kuat dengan bantuan asing dan membunuhi rakyat sendiri?"

"Anda adalah orang terakhir yang berhak berbicara tentang teroris. Anda yang membunuhi orang, menyiksa, menindas, melakukan pembantaian massal, mencuri kekayaan negara, memecah belah rakyat, mendukung teroris, menciptakan pengangguran dan peperangan."

"Saya rela mengorbankan jiwa demi Anda O Sayyed Nasrallah!"

"Saya ucapkan selamat pada Sayyid Hassan Nasrallah yang telah mengalahkan zionis dan musuh-musuh dan mengembalikan kebanggaan bagi bangsa-bangsa Arab. Anda membuat kami bangga. Semoga Allah melindungi Anda dan menolong Anda untuk mengalahkan musuh-musuh negeri ini."

"Oh Sayyed Nasrallah, semua orang sibuk untuk menanggapi pidato Anda, dan senyuman selalu hadir di wajah Anda. Anda tidak pernah menghina orang bahkan terhadap musuh utama Anda, Israel."

"Saya berharap bahwa menlu Khalifa belajar dari Sayyed Nasrallah agar dicintai oleh rakyatnya, atau setidaknya oleh rakyat negeri ini."

"Saya menggabungkan semuanya dengan satu kalimat, bahwa saya bersedia mengorbankan jiwa saya untuk Sayyed Nasrallah. Semoga Allah menyingkatkan umur saya demi memperpanjang umurnya (Sayyed Nasrallah). Semoga Allah melindunginya dan memberikan kemenangan untuk negeri ini."



REF:
"Bahrainis to their FM: You Are the Last One to Talk about Terrorism"; Israa Al-Fass; Al-Manar Website; 4 Juni 2013

2 comments:

nur kholiq said...

subhanalloh... saya sangat sedih dengan umat islam ini.kenapa bisa saling bunuh.apakah pemimpin arab memang bermental pecundang

heri said...

kita doakan hasan nasrullah tetap tegar memimpin hezbullah..dia pejuang jihad sejati demi palestina..Allahu Akbar!!!